Materi 1 dari 14
Pertimbangan, Fleksibilitas, dan Supervisi
Materi ini masih terkunci
Selesaikan materi sebelumnya terlebih dahulu sebelum membuka materi ini.
Lanjutkan membaca →✓ Terjemahan telah divalidasi tim Indonesia.
Pertimbangan Klien
Terapi ini dikembangkan agar sesuai dengan klien Muslim yang memenuhi kriteria depresi. Terapi ini juga dapat digunakan pada klien dengan gangguan depresi klinis lainnya, serta pada individu yang mengalami suasana hati depresif yang signifikan disertai diagnosis lain. Terapi ini tidak dirancang untuk digunakan pada klien yang: (a) mengalami depresi bipolar, (b) mengalami gangguan psikotik, (c) memiliki gangguan utama yang sudah tersedia terapi yang didukung secara empiris (misalnya PTSD, gangguan kecemasan lainnya, dan gangguan kepribadian ambang), kecuali jika dianggap bahwa depresi perlu menjadi fokus utama penanganan terlebih dahulu, atau (d) memiliki penyalahgunaan atau ketergantungan zat sebagai gangguan utama. Setelah BA-M dimulai atau diselesaikan, terapis disarankan untuk mengikuti praktik standar mereka dalam meningkatkan intensitas intervensi apabila diperlukan, dengan tetap mempertimbangkan bahwa BA telah terbukti efektif untuk depresi berat (Dimidjian et al., 2006) serta telah digunakan dalam penanganan masalah relasi (Kanter, 2010).
Manual ini ditujukan untuk digunakan pada semua klien Muslim, termasuk: mereka yang akan mendapatkan manfaat dari BA dengan keterkaitan yang kuat dengan ajaran keimanan Islam; mereka yang bagi dirinya keimanan bukan merupakan pertimbangan utama dalam nilai-nilai hidupnya; serta mereka yang memiliki pandangan yang ambivalen atau belum pasti mengenai peran keimanan yang ingin mereka libatkan dalam proses terapi.

[Ilustrasi “Fleksibilitas Panduan”: intervensi akan selalu 100% BA — tingkat penekanan pada ajaran Islam bervariasi dari tidak relevan, mungkin relevan/ambivalen, hingga sangat relevan, tergantung individu.]
Fleksibilitas manual ini digambarkan melalui ilustrasi pada bagian kiri. Pendekatan BA akan tetap konsisten dalam proses terapi, terlepas dari kecenderungan religius klien. Namun demikian, tingkat penekanan pada ajaran Islam dalam manual ini akan berbeda-beda pada setiap individu dari latar belakang Muslim yang berbeda. Bagi sebagian klien, fokus pada ajaran Islam mungkin tidak terlalu relevan karena hal tersebut bukan bagian penting dari identitas atau kerangka nilai mereka. Bagi klien lain, ajaran tersebut mungkin cukup relevan, atau mereka merasa ambivalen terhadap hubungan mereka dengan Tuhan. Sementara itu, bagi klien lainnya, ajaran agama merupakan pusat identitas diri dan menjadi aspek terpenting dalam kerangka nilai mereka.
Pertimbangan Terapis/Supervisi
Untuk menggunakan terapi yang telah diadaptasi ini, terapis diharapkan untuk:
- memiliki pendidikan tingkat pascasarjana di bidang psikologi, psikiatri, pekerja sosial psikiatri atau keperawatan, atau konseling.
- memiliki akses terhadap dukungan klinis dan supervisi dan/atau konsultasi dari profesional kesehatan mental berlisensi (Kanter, 2010).
- bersikap terbuka terhadap pendekatan yang dijelaskan dalam bagian manual berjudul “Treating Muslim Clients with Depression” agar dapat bekerja secara efektif dengan klien Muslim.
Supervisi
Sebagaimana halnya dalam mengintegrasikan teknik baru ke dalam praktik terapi, terapis yang ingin menjadi kompeten dalam penerapan BA-M disarankan untuk memperoleh umpan balik dan bimbingan dari seorang supervisor. Kualifikasi supervisor yang dibutuhkan akan bergantung pada karakteristik dan latar belakang terapis. Terapis yang telah mempraktikkan BA tetapi belum familiar dengan Islam atau komunitas Muslim sebaiknya mendapatkan supervisi dari seseorang yang peka terhadap ajaran Islam. Terapis yang telah berpengalaman menangani klien Muslim sebaiknya mencari supervisi dari terapis BA yang berpengalaman.
“Studi pendahuluan kami menunjukkan bahwa pelaksanaan intervensi oleh sekelompok orang di lokasi yang sama sangat bermanfaat karena dapat mendorong diskusi yang konstruktif dan supervisi sebaya. Selain itu, para terapis juga terbantu dengan adanya akses ke berbagai rekan yang memiliki keahlian dalam BA dan/atau Islam, sehingga mereka dapat meminta saran terkait salah satu bidang tersebut ketika diperlukan.”
Daftar pertanyaan yang dapat digunakan untuk refleksi diri, serta oleh supervisor bersama terapis, disediakan pada Lampiran 9.
✓ Ditandai selesai dibaca